Mengatasi Anak Kolik dan Menjaga Anak Tetap Merasa Nyaman

Saya punya cerita nih tentang mengatasi anak kolik sekitar satu tahun yang lalu.

Dulu saat Caca masih berusia sekitar 6 bulanan, seringkali saya tidak mengerti kenapa dia tiba-tiba menangis lama sekali. Lalu berhenti dan menangis lagi dengan durasi yang tidak biasanya. Menjadi ibu baru tentu membuat saya khawatir. Apakah dia merasa sakit? Mana kira-kira yang sakit? Sampai saya kadang tidak tega, takut kalau dia tengah merasakan sakit dan tidak bisa mengungkapkannya karena memang masih bayi.

Sempat saya pijat punggungnya, membacakannya ayat suci Al-Quran, dan bahkan neneknya memberinya racikan bubuk khusus untuk dioleskan di tangan dan kakinya (kalau-kalau dia capek, katanya). Namun kondisi tersebut ternyata tidak juga meredakan tangisnya. Saya pun bertanya pada dokter anak yang menangani Caca sejak bayi. Dokter bilang itu kolik.

mengatasi anak kolik

Wah, apa tuh kolik?

Yuk kita simak pembahasannya sebagai berikut :

Kolik Pada Bayi

Dilansir dari laman alodokter, kolik pada bayi diartikan sebagai kondisi ketika bayi menangis hingga berjam-jam dan sulit untuk ditenangkan. Meski terlihat mengkhawatirkan, kondisi ini wajar untuk dialami bayi baru lahir dan tidak dianggap sebagai gangguan kesehatan.

Kolik pada bayi didefinisikan sebagai tangisan yang berlangsung lebih dari 3 jam dalam sehari dan terjadi setidaknya selama 3 hari dalam seminggu. Biasanya bayi menangis di siang atau sore hari.

Seperti yang sudah dibahas di atas, kolik pada bayi sebenarnya normal dan tidak perlu dikhawatirkan berlebih. Selain tangisan yang tak kunjung berhenti, ciri-ciri bayi yang mengalami kolik adalah pada saat menangis kedua tangannya mengepal, menarik lutut ke perut, wajahnya memerah, serta melengkungkan punggung. Persis dengan apa yang terjadi pada Caca. Dari perjalanan inilah saya belajar apa itu kolik dan bagaimana mengatasinya.

Kadang kan kita suka ngga tega ya kalau bayi terus menerus menangis gitu.

Selain mengenali ciri-ciri kolik pada bayi, penting juga bagi kita untuk membedakan mana tangisan yang disebabkan oleh kolik dan mana yang bukan. Tangisan yang mirip tangisan kolik tapi disertai tanda-tanda lain yang mengkhawatirkan perlu diwaspadai dan diperiksakan ke dokter. Berikut adalah tanda-tandanya:

  • Bayi telah berusia lebih dari 4 bulan
  • Suara tangis bayi bernada tinggi
  • Saat diangkat, tubuh bayi terkulai
  • Berat badan bayi tidak bertambah
  • Pola buang air kecil dan buang air besar bayi tidak normal
  • Bayi tidak nafsu makan
  • Beberapa bagian kulit bayi terlihat pucat atau membiru
  • Ubun-ubun bayi tampak menonjol
  • Bayi terlihat susah bernapas

Selain itu kita juga perlu memastikan bahwa tangisan bayi tidak disebabkan oleh alergi susu sapi atau ketidakcocokan dengan susu sapi, karena kondisi ini juga harus diperiksakan ke dokter.

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Kolik

Penyebab kolik masih belum dapat diketahui secara pasti. Diduga kondisi ini terjadi saat bayi mengalami rasa tidak nyaman pada perutnya, karena di usianya mencerna makanan merupakan hal yang sulit. Kondisi terlalu banyak gas dalam saluran cerna, lapar, atau terlalu kenyang juga mungkin menyebabkan kolik.

Kolik juga bisa terjadi jika bayi berada dalam lingkungan yang tidak nyaman untuknya. Misalnya saja ketika dia berada di ruangan yang terlalu dingin atau panas. Ini jelas sih ya, saya saja kalau berada di ruangan yang terlalu dingin, rasanya perut kembung dan sangat tidak nyaman. Begitu juga saat suhu di ruangan terlalu panas. Kalau kita yang dewasa saja merasa tidak nyaman, bagaimana dengan anak bayi kan?

Selain itu, bayi yang lahir prematur, memiliki ibu perokok, atau sistem sarafnya yang belum berkembang dengan baik, juga diduga lebih berisiko mengalami kolik.

Dokter biasanya hanya menyarankan agar bayi ditenangkan atau dibuat nyaman saat mengalami kolik. Bisa digendong, dialihkan perhatiannya pada hal-hal yang disukainya, dan berbagai cara lainnya.

Cara Menenangkan Bayi yang Mengalami Kolik

Masih dari laman alodokter dan beberapa anjuran dari dokter yang menyarankan saya untuk melakukan sesuatu yang membuat Caca nyaman saat ia kolik. Secara umum, berikut hal-hal yang dapat dilakukan orang tua untuk menenangkan bayi yang mengalami kolik :

  • Memijat perut bayi dengan lembut
  • Menggendong bayi selama dia menangis
  • Memandikan bayi dengan air hangat
  • Menggendong bayi dalam gendongan kain atau selimut
  • Memberikan dot jika dirasa perlu untuk membantu menenangkan bayi
  • Memberikan senandung atau suara lembut seperti “sshh sshh…” pada bayi
  • Meletakkan bayi pada bouncer atau kursi goyang khusus bayi.

Di samping itu, metode lain yang juga diketahui bisa membantu mengatasi kolik pada bayi adalah terapi pijat, fisioterapi, akupunktur, dan chiropractic. Namun, kita tetap disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter sebelum menerapkan metode perawatan tersebut.

Perlu diingat bahwa saat anak kita mengalami kolik, sebaiknya hindari mengguncangnya secara keras dan cepat. Cara ini bukannya bisa membuat tangisnya mereda, tapi justru berisiko membahayakan kesehatannya karena bisa memicu terjadinya shaken baby syndrome.

Mencegah Kolik pada Bayi

Untuk mencegah kolik pada bayi, berikut adalah beberapa hal yang dapat kita lakukan :

  • Mengganti dot pada botol susu bayi jika lubangnya terlalu kecil agar bayi tidak menelan lebih banyak udara daripada cairan.
  • Menjauhi asap rokok.
  • Menghindari konsumsi kopi, teh, dan makanan pedas apabila bayi masih menyusu.
  • Menepuk-nepuk punggung bayi dengan lembut agar bersendawa sehabis makan.

Bagi orang tua, penting untuk menjaga kondisi agar jangan sampai stres agar emosi tetap terkendali saat menangani bayi kolik. Jika perlu, kita bisa meminta bantuan orang lain yang bisa dipercaya. Soal stres, sebagai ibu saya pun tidak bisa memberikan saran yang ideal. Karena bagaimanapun, pasti tingkat stres kita berbeda-beda ya Bu. Hanya saja kita memang harus tetap berada dalam kondisi “waras” agar anak juga merasa nyaman berada di dekat ibunya.

Apabila berbagai cara telah dilakukan tetapi kolik pada bayi tidak juga teratasi dan membuat kita khawatir, akan lebih baik jika kita berkonsultasi kepada dokter, terlebih jika bayi sangat sering mengalami kolik dalam frekuensi waktu tertentu. Mengatasi anak kolik harus dengan ilmu ya Bu, jangan berspekulasi hehe.

Semoga bermanfaat ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *