Memilih Sekolah Untuk Anak, Apa Saja Yang Perlu Diperhatikan?

Memilih sekolah untuk anak, bukanlah suatu hal yang bisa disepelekan. Selain sebagai tempat pendidikan formal dan juga beberapa karakter anak terbentuk dari interaksi di sana. Saya sendiri sempat bingung ketika memilih sekolah untuk Caca.

Sempat ada perdebatan dengan suami. Meskipun saat ini sekolahnya ya sekolah untuk anak usia dini. Sejak umur 6 bulan, Caca sudah saya “sekolahkan” ke tempat penitipan anak yang lokasinya masih menjadi satu dengan Taman Kanak-Kanak tempat saya dahulu bersekolah. Alasan memilih sekolah tersebut selain karena memang sangat dekat dengan rumah, guru-gurunya juga tetangga saya sendiri yang sudah saya kenal baik.

Jadi saya tidak khawatir.

Namun, problem berlanjut ketika saya dan suami mulai berpikir untuk menyekolahkan Caca di Sekolah Dasar mana? Meskipun itu masih bertahun-tahun yang akan datang. Hehe..

memilih sekolah untuk anak

Saya menyadari bahwa bagi orang tua sendiri, mengetahui dan menyadari waktu yang tepat untuk menyekolahkan anak adalah hal yang penting. Karena kita tidak boleh menyekolahkan anak hanya karena mengikuti tren atau bahkan menuruti gengsi semata. Karena jika demikian alasannya,maka tidak menutup kemungkinan akan ada masalah-masalah yang ditimbulkan selama anak bersekolah.

Sebagai orang tua, kita harus jeli memilih sekolah, selain menyiapkan anak tentunya. Beberapa hal kerap diabaikan orang tua, yang tak jarang berujung pada tidak maksimalnya proses pendidikan dan perkembanganya.

Tips Cerdas Memilih Sekolah untuk Anak

  • Jarak

Jarak merupakan pertimbangan pertama yang bisa dilakukan orangtua. Sebaiknya, memang mencari sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah, karena dikhawatirkan anak akan kelelahan dan tidak semangat lagi untuk belajar di sekolahnya.

Terkait jarak, kita juga perlu memperhitungkan bagaimana perjalanan anak nantinya, apakah aman ditempuh jika sendirian?

  • Ramah Anak

Lingkungan sekolah adalah opsi selanjutnya. Perhatikan apakah tata ruang sekolah tersebut nyaman (baik dalam kelas maupun luar) dan mendukung aktivitas anak secara maksimal. Maksudnya, ketika anak kita kebetulan sangat aktif, maka mereka butuh ruang sedikit lebih luas untuk bergerak. Selain itu, keamanan juga termasuk dalam hal ini.

Tidak ada salahnya kita memeriksa bagaimana pendekatan yang dilakukan kepada peserta didiknya. Apakah pembelajaran cenderung lebih banyak duduk atau anak banyak dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang merangsang berbagai sarafnya?

  • Kurikulum Tepat

Untuk sekolah konvensional, sudah bisa dipastikan memiliki kurikulum atau program pendidikan yang seragam. Namun hal ini berbeda dengan sekolah swasta, yang biasanya memiliki perbedan antar sekolah, meskipun secara garis besar sama.

Contoh yang bisa kita pertimbangkan adalah apakah di sekolah tersebut anak diajarkan tentang kemandirian seperti membuka kancing seragam atau baju sendiri, melepas dan memakai sepatu sendiri atau bahkan makan dan membersihkan diri (toilet) secara mandiri. Hal ini juga berlaku bagi kegiatan luar sekolah, karena sedikit banyak akan mempengaruhi karakter dan emosi anak.

  • Sesuai Budget

Jika semua hal rasanya sudah kita pertimbangkan betul-betul maka selanjutnya adalah menyesuaikannya dengan anggaran pendidikan yang telah disediakan.

Jika memang sekolah yang dipilih, ternyata memiliki biaya pendidikan yang terlampau tinggi, maka jangan malu untuk mencari alternatif lainnya.

Baik kesiapan anak, jarak, atau bahkan biaya anak sekolah sangatlah berdampak pada perkembangan mereka. Kita tidak perlu terlalu “ngoyo” untuk memasukkan anak ke sekolah yang kita rasa adalah favorit, sedangkan biaya, kurikulum dan lingkungannya tidak mendukung.

Memilih sekolah untuk anak bisa dilakukan sejak jauh hari, karena tentu saja banyak hal yang kita pertimbangkan untung ruginya. Jangan sampai kita menyesal karena terlalu terburu-buru memasukkan anak ke sekolah yang kurang tepat dari berbagai sisi.

Bahkan, kita juga bisa mengajak anak-anak untuk ikut melihat daftar sekolah yang menjadi referensi kita. Tanyakan juga bagaimana pendapatnya dari beberapa sekolah yang dia datangi. Jika ternyata masih mengalami kebingungan dalam memilih, kita bisa menggunakan sistem poin dari beberapa ketentuan di atas.

Memilih sekolah memang membutuhkan ketelitian dan kesabaran, karena tidak semua sekolah mengakomodir semua kebutuhan kita, namun pasti ada yang mendekati atau justru memang sesuai. Jika memang ada sekolah yang menyediakan trial class atau kelas uji coba, ini sangat bagus untuk dicoba ya, dari situ kita juga bisa secara bebas menggali info.

Selamat memilih sekolah yaa, semoga artikel ini bermanfaat 🙂

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *