Habiskan Minumnya ya Nak! Menghargai Air dengan Sederhana

Kalau kata Bapak Sapardi Djoko Damono, “aku mencintaimu dengan sederhana,” maka quote yang saya punya untuk ditanamkan dalam diri dan keluarga adalah sikap untuk menghargai air dengan sederhana.

Kita tahu bahwa setiap makhluk hidup tentu membutuhkan air. Air merupakan komponen paling penting bagi kehidupan. Sebagian besar tubuh manusia juga terdiri dari air. Tanpa air, manusia akan mengalami dehidrasi dan lebih cepat mati dibandingkan tanpa makanan. Begitu juga dengan tumbuhan dan hewan. Oleh karena itu menghargai air adalah salah satu sikap sederhana yang bisa kita terapkan dalam keluarga, termasuk anak-anak.

menghargai air

Membiasakan Anak untuk Menghargai Air

Anak saya sangat suka sekali minum air putih. Hampir setiap hari dia menghabiskan satu liter air untuk minum. Hal ini tentu saja membahagiakan saya, ibunya yang dulu tidak begitu suka minum air putih. Air yang ada di permukaan bumi ini adalah air yang bisa kita manfaatkan untuk kepentingan hajat hidup. Air juga diyakini sebagai sumber daya alam tak terbatas.

Namun, benarkah demikian? Bagaimana jika tidak terjadi hujan? Masihkah air menjadi sumber daya tak terbatas dan bebas kita pergunakan bagaimanapun caranya? Tidak. Air memang tak terbatas, tapi ia bisa habis ketika perubahan iklim yang terjadi di bumi ini tidak lagi menjadi sebuah isu.

Ibu saya pernah berpesan,

Sebanyak apa air yang kita hambur-hamburkan, sebanyak itulah anak cucu kita akan kekurangan

Oleh karena itulah saya membiasakan pada anak untuk mencoba menghargai air sejak kecil. Beberapa hal yang bisa dilakukan tentu saja dimulai dari diri sendiri, keluarga, baru berharap untuk mengubah orang lain.

1. Jangan sisakan air minum dalam gelas/botol kemasan

Habiskan minumnya ya Nak!

Salah satu hal yang sulit untuk dihindari adalah tidak menyisakan air minum dalam gelas atau botol kemasan. Apalagi saat lebaran. Ketika tuan rumah menyediakan air minum kemasan, tidak sedikit tamu yang datang hanya meminum satu sesap dari air yang diberikan tuan rumah. Lalu ditinggal begitu saja, tidak dihabiskan.

Tentu saja air tersebut tidak bisa kita minum lagi karena bekas orang. Hal paling memungkinkan membuangnya ke pot tanaman atau taman. Oleh karena itu saya selalu menanamkan pada anak untuk selalu menghabiskan minumannya. Jangan sampai disisakan. Caranya ambil sedikit terlebih dahulu, daripada banyak-banyak lalu menyisakan air.

2. Memanfaatkan Air Bekas

Sudah menjadi fitrah anak nampaknya kalau mereka selalu suka bermain air. Namun ketika sangat ingin bermain air, ada hal yang perlu kita lakukan lho dalam rangka penghematan.

Kita bisa mengajak anak-anak untuk memanfaatkan air bekas. Misalnya ketika sedang mencuci sayur, buah, atau beras, jangan lupa menampung airnya. Barulah kemudian meminta bantuan anak-anak untuk menyiram tanaman menggunakan air bekas tersebut.

3. Menggunakan Gelas Saat Berkumur

Selain mematikan keran ketika tak digunakan, si kecil juga bisa kita ajari untuk menggosok giginya setiap kali mandi dan sebelum tidur. Rutinitas yang membutuhkan air ini memang harus dibiasakan terlebih dahulu. Termasuk kebiasaan menggunakan gelas saat berkumur.

Jika kita tidak membatasi penggunaan air, maka ia akan cenderung terus menggunakan bergayung-gayung air atau mengucurkan air keran setiap waktu. Oleh karena itu agar tidak boros air, kita bisa menyediakan satu gelas air saja dengan ukuran kecil untuk keperluannya berkumur dan membasuh sikat giginya.

menghargai air

Kalaupun belum terbiasa, saat inilah yang menjadi kesempatan kita untuk memberikan contoh pada anak-anak di rumah. Jika kita melakukannya berulang-ulang di depan mereka, bukankah mereka akan menirunya?

#HariAirDuniaXXIX2021 #MengelolaAirUntukNegeri #SigapMembangunNegeri

27 tanggapan pada “Habiskan Minumnya ya Nak! Menghargai Air dengan Sederhana”

  1. setuju banget kak, kita wajib banget menghargai air apalagi air bersih, karena saya sempat merasakan hidup di daerah yang sulit air, dari situ saya sangat sangat menghargai air dan sangat kurang suka saat ada orang yang buang-buang air gitu, karena sempat menyaksikan daerah berjuang untuk setetes air bersih

  2. selama ini pakenya masih ciduk aja buat berkumur, hihi..kalau pakai gelas malah takutnya pecah gelasnya.

    Tapi setuju nih, kita memang harus menghemat air, tapi jangan sampe alasan ini bikin kita jadi malas mandi yaaa, rajin minum air dan rajin mandi dengan menggunakan air yang bijak ya, Caca.

  3. Wah aku gagal fokus sama Sapardi Djoko Damono, keren beliaun tulisan2 n sajak2nya 😉 aku setuju banget nih. Air itu memang terlihat banyak, jd kadang kita gak aware. Belum tau aja pas mulai kemarau 🙁 such a reminder

  4. setelah membaca ini semoga makin banyak orang yang peduli dengan permasalahan air ini. Gara lebih banyak lagi yang tidak membuang air bersih karena di tempat nan jauh di sana masih banyak yang kekurangan dan kesulitan mencari air bersih untuk sehari-hari termasuk untuk air minum. jadi mari kita hargai air sebesar apapun jumlahnya

  5. Tiap mampir ke sini hatiku auto ceria karena liat headernya yang keren dan lucuk, hihi..

    Aku juga selalu ingetin anak dan ngasih contoh ke dia supaya harus hemat air, eh tapi dia malah sneng main air, haha.. gpp deh ya, pelan-pelan dulu dikasih taunya, yang penting sering dikasih contoh aja 😀

  6. Kalau aku membatasi anak main air. Mereka happy banget kungkum di ember atau nyiram tanaman tapi benernya modus mau main air. Seneng sih lihat mereka happy tapi perlu diajari juga kan cara menghemat air dengan tepat.

  7. Baru kali ini aku berkomentar di jendela caca nih..apakah nantinya blog ini akan diwariskan ke caca? Hehehe. Pertanyaan yg gak penting ya mbak. Btw, aku sering gemes sama org yg suka buang2 air pas minum di botol kemasan. Mau ga dikasi minum kok ga sopan tapi kalau dikasi suka diminum seteguk dua teguk

  8. Keren banget ih, Caca dari kecil udah dikenalkan dg pentingnya air. Sepakat J, kalau nggak diajarin sejak dini nanti dia salah kaprah dan ngira air itu bisa dihambur-hamburin yah.

  9. Ah, pembukanya puisi Eyang Sapadi, salah satu idolaku 🙂 Emang bener ya mba, kadang karena air berlimpah, jadi take it for granted ya. Makasih udah diingatkan 🙂

  10. setuju banget mba sama cara menghematnya … kita harus bisa menjaga kualitas air ya biar bisa betahan untuk anak cucu kita

  11. cara parenting yang bagus banget ini mba. gemes banget kalau ada orang yang sering buang-buang air. atau minum di sisain :”) padahal di luar sana banyak saudara kita yang tidak bisa menikmati kenikmatan tersebut

  12. Ya Allah mba, menarik sekali topik pembahasannya.
    Aku juga lagi ada problem nih sama anakku tentang air, tapi lebih kepada air yang dia gunakan saat mandi. Sebagai ibu harus sabar ya memberikan penjelasannya kepada anak..

  13. Terima kasih untuk remindernya, Mbak. Penting ya sekarang untuk menghargai air, menggunakannya dengan bijaksana dan maksimal juga. Aku suka kesal lihat orang yang cuci tangan, sementara pake sabun, air kerannya dibiarkan mengucur. Air jadi terbuang-buang percuma lho.

  14. Jangankan anak2, kawanku ke rumah, kukadih air mineral yg gelas. Kalau gak habis di rumahku, kusuruh bawa pulang. Mahal.. enak aja buang2 air.

  15. setuju nih, seteguk air itu bisa melepas dahaga sampai berhari-hari untuk orang-orang pinggiran. rasanya, agak jengkel juga kalo liat orang minum atau makan di cafe-cafe tapi selaliu saja nyisain sesuatu. Sudah dikasih lebih, masih aja belum bisa mensyukurinya

  16. Masyaallah… kata-kata ibu bikin saya instropeksi karena kadang gak sadar sih hamburkan air juga. Kalau pas ingat aja hemat banget meski air melimpah karena dekat sungai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *